Penggosip

Posted: 29/06/2009 in Ulasan
Tag:, , , , ,

Banyak bicara, pura-pura dapat menyimpan rahasia, negative, suka menyusup ke bagian-bagian pribadi demi menemukan rahasia yang menghebohkan, sering menceritakan kebohongan secara spontan hanya untuk iseng, suka melihat nama baik seseorang hancur dan tertawa di atas penderitaan mereka, pembicaraan mereka dangkal dan hampir dapat dikatakan sebagai sampah.

Tidak ada orang yang begitu menyukai rahasia seperti mereka yang tidak berniat menyimpannya. Ini sebenarnya bersumber dari kebutuhan ingin merasa diterima lingkungannya. Alasan yang lain adalah dengan mengetahui seseorang lain yang berada pada titik terpuruk melebih dirinya tersebut membuat hidupnya tampak normal.

Ia menganggap bahwa menyebar gosip merupakan cara mempengaruhi atau mengubah sikap orang lain tanpa konfrontasi dengan mereka secara langsung dan nyaris tanpa resiko melukai perasaannya. Maksud saya seperti ini, si A berkata bahwa dirinya tidak menyukai bau asap rokok di ruang tertutup. Tanpa sadar orang lain yang mendengar seolah mendapat alarm yang menyadarkan mereka bahwa si A tidak suka ada orang merokok di dekatnya.

Seorang penggosip kadang tidak menemukan alasan yang tepat mengapa hal itu menjadi rahasia. Dan dengan menceritakannya seolah ia mendapatkan kekuasaan walaupun hanya sekejap. Celoteh murahan, khususnya yang didahului dengan “jangan cerita kepada siapa-siapa”, membunuh satu kehidupan dan menghancurkan hubungan.

Bagaimana mengatasinya??

Akui sifat itu terdapat dalam diri Anda. Jangan hanya duduk dan terus mendengar seperti Anda menyetujuinya tapi perjelaslah hal itu. Tanyakan bukti yang mendukung penyebaran informasi tersebut. Jangan menyalahkan seorang penggosip tapi buatlah ia melihat kenyataan atas kelebihan orang yang ia gosipkan sendiri.

“Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tidak ada, redalah pertengkaran.” Amsal 26:20

Gosip adalah kekurangan topik yang bermutu. – Elbert Hubbard

Terkadang menolak untuk terlibat dalam sampah adalah lebih baik daripada mengucapkan kata-kata menjemukan yang melekat dalam tenggorokan Anda. Teruslah berjalan dan jangan hiraukan dia. Karena tak mungkin (pekerjaan yang mustahil) kita menyelamatkan dunia, apalagi seorang penggosip kalau dia tidak sadar dengan sendirinya.

Ciptakanlah iklim Anda sendiri, dan bila Anda sedang berada dalam bisnis yang berkaitan dengan banyak penggosip mungkin sudah waktunya mencari jalan keluar atau sekurang-kurangnya mencoba memahami bahwa itu akan menjadi bagian dari keadaan Anda.

Dan yang terakhir hentikan ucapan si penggosip dengan keahlian menjawab Anda. Berikut adalah contoh nyatanya :
Si Penggosip : “Bisakah kamu menyimpan rahasia?”
Anda : “Sebenarnya tdak bisa.”
Si Penggosip : “Ada sesuatu yang ingin kuceritakan kepadamu, tapi aku tak yakin apa aku harus mengatakannya.”
Anda : “Karena itu jangan ceritakan.”
Si Penggosip : “Apa kamu dengar kata orang tentang Barb?”
Anda : “Maksudmu ia begitu baik dan hanya orang dungu yang akan menjelek-jelekkannya?”

Semoga tulisan saya memberkati Anda..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s